6 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Basecamp Sindoro via Alang-alang Sewu

Basecamp Sindoro via Alang-alang Sewu, Satutenda.com – Pendakian saya dan teman-teman Satutenda.com ke gunung Sindoro kali ini penuh makna dan cerita menarik.

Berawal dari Oemah Alam Mandala hingga basecamp Alang-alang Sewu, kami menjumpai beberapa orang hebat yang menyapa kami dengan santun dan sangat baik.

Baca Juga : Oemah Alam Mandala Wonosobo, Rumah Pecinta Alam dan Tempat Singgah Bagi Pendaki Gunung

Bertolak dari Oemah Alam Mandala, menuju basecamp Alang-alang Sewu tak banyak memakan waktu. Sekitar 30 menit, kami sudah tiba di Basecamp.

Sore itu, suasana basecamp cukup ramai. Banyak pendaki baru saja turun dan sisanya baru mau muncak.

Usai melapor ke teman-teman dibasecamp, kami langsung mencari tempat untuk meletakan carier sambil melepas lelah dan bersantai ria.

Seperti biasa, kami selalu selow, alias tidak buru-buru saat melakukan pendakian. Jadi saya dan teman-teman Satutenda.com tidak langsung nanjak sore itu juga. Kami pilih menginap di basecamp.

Ini berarti kami punya waktu yang banyak untuk jalan-jalan di sekitar lingkungan basecamp, sambil mencari hal menarik yang bisa dijadikan bahan tulisan. Maka lahirlah tulisan ini…

6 Hal yang Harus Kamu Ketahui tetang Basecamp Sindoro via Alang-alang Sewu

1. Fasilitas cukup memadai

Dari hasil analisa saya (hehehe) fasilitas di basecamp gunung Sindoro via Alang-alang Sewu ini cukup lengkap dan membantu.

Pertama : tersedia sekitar tiga atau empat kamar khusus untuk menampung para pendaki yang hendak beristirahat. Masing-masing kamar bisa menampung lebih dari 10 orang.

Kedua : Tersedia juga 4 buah kamar mandi dengan kapasitas air yang memadai. Jadi kita bisa membilas tubuh sehabis turun dari gunung.

Ketiga :  Ada warung mini yang terletak di bagian belakang ruang registrasi. Kayaknya, warung ini memang disediakan oleh pengelola basecamp agar pendaki yang kelelahan selepas turun gunung tak perlu repot mencari warung makan yang jauh.

Harganya pun lumayan murah kok. Dari pengalaman kami, untuk sekali makan kisaran biayanya antara Rp.10.000 hingga Rp. 15.000.

2. Tersedia Alfamart dan café di dekat basecamp

Di dekat jalan umum, dekat pintu masuk ke basecamp, ada Alfamart. Kami sempat berbelanja di sini. Ada sebagian logistik yang belum lengkap. Kami memang sengaja tidak membelinya di Jakarta, agar bisa mengurangi beban carier.

Bagi teman-teman pendaki yang datang dari luar daerah Wonosobo bisa memilih opsi ini. Beberapa cemilan tak perlu dipikul jauh-jauh, karena bisa membelinya di Alfamart. Minimal kurangi beban berat carier di pundak.

Persis di belakang Alfamart, ada Café Eatery. Di sini, kita bisa nongkrong sambil menikmati view sekitar.

Sambil menghangatkan tubuh dengan secangkir kopi, kami juga sempat memotret sudut-sudut café ini. Menarik dan artistik.

Teman pendaki yang hendak muncak gunung Sindoro via Alang-alang Sewu bisa mampir ke sini. Cukup recommended

Puas nongkrong dan ngobrol, sekitar pukul 21.00, kami balik ke basecamp dan berencana untuk langsung tidur. Mengingat, besok adalah perjalanan panjang dengan trek yang menantang.

Setibanya di basecamp, kami justru disambut hangat sama Mas Subur. Dia adalah teman baiknya om Joko yang kami jumpai di Oemah Mandala. Ternyata, om Joko sudah mengabarinya tentang kedatangan kami. Wah..berasa kaya orang penting ya. Hehehe…

-basecamp-alang-alang-sewu-gunung-sindoro-
Mas Subur (Foto : Satutenda.com)

Niat untuk istirahat pun berganti jadi cerita hangat dan panjang. Tapi tak mengapa, toh ada banyak hal yang kami peroleh dari Mas Subur malam itu. Apa saja? Ini dia…

3. Asal usul kata Sindoro

Kata Sindoro memiliki arti ‘isinya ndoro-ndoro’, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya : ‘Isinya raja-raja’.

4. Cikal bakal berdirinya basecamp Alang-alang sewu atau Pajero

Nama basecamp untuk jalur gunung Sindoro via Alang-alang Sewu adalah Pajero. Sedangkan Alang-alang Sewu adalah sebutan untuk jalur pendakiannya. Karena itulah, orang kerap menyebut basecamp Alang-alang Sewu ini dengan nama basecamp Pajero (IG : @pajero.sindoro).

Pajero adalah sebuah komunitas yang dibangun oleh Mas Subur bersama beberapa rekannya. Dari kerja keras merekalah jalur Alang-alang Sewu ini hadir di gunung Sindoro.

-basecamp-alang-alang-sewu-sindoro1
(Foto : Satutenda.com)

5. Hal mistis di jalur pendakian Alang-alang Sewu

Menurut pengetahuan yang dibagikan Mas Subur, jalur Alang-alang Sewu ini adalah jalurnya para ndoro atau para raja yang ada di dunia tak kasat mata.

Tentunya apa yang disampaikan Mas Subur ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi ia ingin agar para pendaki yang melintasi trek pendakian harus santun dalam bersikap. Kita tak perlu mengganggu atau bahkan mengambil apa yang menjadi milik alam. Cukup menikmati!

-pos-3-gunung-sindoro-alang-alang-sewu
(Foto : Satutenda.com)

6. Toleransi kepada pendaki

Toleransi yang saya maksud di sini adalah soal sampah. Tidak ada batasan soal barang-barang penghasil sampah plastic. Seperti: tisu, botol kemasan, bungkusan mie, dll.

Mas Subur sempat mengutarakan alasan di balik sikap mereka itu. Mas Subur dan teman-teman komunitas Pajero menaruh kepercayaan besar kepada para pendaki.

Bagi mereka, para pendaki adalah kumpulan orang-orang yang mencintai alam seluas jagat. Karena itu mereka tidak akan membuang sampah sembarangan.

Ini bukan saja kepercayaan, tapi amanah yang harus kita pegang. Maka untuk semua pembaca Satutenda.com yang punya kecintaan pada alam, mari biasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Satutenda.com
Kami menyediakan aneka informasi seputar dunia traveling. Anda butuh bantuan?
Powered by