Bukit Love Lembata, Tempat Menunggu Senja Melintas

Bukit Love Lembata, Satutenda.com – Matahari bergerak menuju ke barat. Dari jalanan yang beraspal baru itu menguar aroma hangat, peninggalan terik siang tadi. Bukit Love Lembata menjulang di depan mata. Tampak sejumlah orang mondar-mandir di puncaknya.

Dengan mengenderai sebuah sepeda motor pinjaman, saya mendaki ke puncak bukit itu. Iron dan Sherly, dua teman yang membawa saya ke tempat ini berada cukup jauh di depan. Lintasan yang berkelok menuju puncak, paling enak bila dilihat dari jauh.

Menjelang senja, Bukit Love Lembata jadi destinasi favorit bari orang-orang muda sekitar Lembata dan para pelancong untuk menikmati senja. Kata mereka, datang ke Lembata tak lengkap kalau tidak mampir ke Bukit Cinta.

Benar. Sinar matahari jingga yang condong ke barat memantulkan sinarnya di punggung gulungan gelombang lautan. Dan dari puncak Bukit Cinta ini saya menyaksikan laut bergulung kemerahan berguling-guling hingga pecah di pesisir pantai.

Bukit Cinta Lembata
Bukit Cinta Lembata (Foto: @jepretkaks)

Posisi bagian depan bukit yang menghadap ke laut, dengan sisi kiri – kanan – belakang disusul areal perbukitan, sementara jalanan beraspal meliuk-liuk di kaki bukit, menambah daya pikat destinasi wisata yang satu ini.

Model bukit yang hanya ditumbuhi savana juga membuat sejumlah perbukitan di sana kian eksotis. Saat musim kemarau, puncak-pucak bukit ini bak menyelimuti diri dengan rerumputan kering; serba kuning kering.

Sementara di awal musim penghujan, rumput-rumpu yang mulai tumbuh itu membuat segala penjuru jadi hijau. Seperti yang saya saksikan sore itu. Sembari menunggu senja menjelang, saya coba memotret beberapa sisi perbukitan ini.

Tapi, memang lebih enak untuk duduk santai menikmati segelas kopi dengan latar belakang tulisan “Lembata” dan “Love” di pucuk bukit ini. Spot foto ini bakal jadi bukti sahih kalau saya pernah mengijakkan kaki di salah satu destinasi terfavorit di Pulau Lembata ini.

Bukit Love Lewoleba
Perbukitan di sekitar Bukit Love Lembata, NTT (Foto: @jepretkaks)

Saat malam tiba, pemandangan di bukit ini makin lengkap lantaran dari puncaknya kita bisa menyaksikan kapal-kapal melintas menuju pelabuhan Lewoleba. Atau, kapal-kapal ikan yang berhenti di tengah lautan luas untuk menangkap ikan.

Bukit ini juga juga sudah dilengkapi penerangan sehingga tetap saja ada yang berkunjung ke sini saat malam. Ada penjual kopi yang menyediakan seduhan kopi buat menemani nongkrong malammu di puncak bukit ini.

Tak jauh dari bukit ini, ada juga Bukit Doa Lembata, tempat berdoa umat Katolik yang dilengkapi dengan patung-patung.

Jalan ke Bukit Cinta Lembata sangat mudah. Susuri saja jalan utama kota Lewoleba hingga ke pelabuhan Lewoleba, kemudian ikuti saja jalan utama tersebut. Ia akan membawa kamu hingga ke sana. Semua orang bebas masuk ke area wisata ini tanpa dipungut biaya.

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Satutenda.com
Kami menyediakan aneka informasi seputar dunia traveling. Anda butuh bantuan?
Powered by