Ini Buktinya Kalau Mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang Tak Semudah yang Dibayangkan

Kesulitan Mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang, Satutenda.com – Pernah mendaki Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah? Kalau pernah, kamu mendaki dengan jalur mana kawans?

Selama ini, banyak pendaki memilih jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Purbalingga. Padahal di daerah Purbalingga, ada jalur lain yang bisa dipilih, yakni Gunung Malang.

Jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang dan Bambangan bertetangga. Yang satu di Desa Serang dan yang lain di Desa Kutabawa. Tentu masing-masing jalur punya kemudahan dan kesulitan tersendiri.

Ini kesulitan mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang yang mesti kamu ketahui sebelum mendaki:

# Jalur ekstrim

Jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang termasuk jalur ekstrim. Pendaki mesti mempersiapkan fisik dan perlengkapan pendakian dengan baik.

Sejak dari basecamp, bisa dibilang trek pendakiannya terus menanjak. Seandainya akan ada landai trek landai hanya sebentar, selebihnya nanjak terus. Ini tentu menjadi tantangan dan kesulitan tersendiri dalam pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang.

Pendaki juga mesti bersiap dengan akar kayu dan kayu yang melintang di tengah jalur pendakian. Sehingga pendaki harus merangkak, bahkan merayap untuk melewatinya.

# Waspada longsor dan pohon tumbang

Ketika memilih jalur Gunung Malang, kesulitan lain yang bisa dialami pendaki adalah bahaya longsor dan pohon tumbang. Apalagi bila hujan mengguyur.

Saat tim Satutenda mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang bulan Maret 2019, ada area yang longsor sehingga harus lebih hati-hati. Juga berhati-hati dengan jalur sempit yang di sampingnya jurang.

Banyaknya pepohonan di jalur Gunung Malang memang membuat jalur menjadi rindang. Tapi, pendaki juga harus waspada adanya pohon tumbang. Angin kencang dan hujan membuat sejumlah pohon tumbang dan menghalangi jalur pendakian.

BACA JUGA: 5 Keuntungan Ini Bisa Kamu Dapat Saat Mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang

jalur pendakian gunung slamet via gunung malang

# Badai dan kabut

Kesulitan lain saat mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang adalah badai dan kabut tebal, yang bisa terjadi di jalur pendakian gunung mana pun.

Ketika mendaki via Gunung Malang, kamu mesti waspada badai dan kabut tebal, termasuk dalam pendakian menuju puncak Slamet. Apalagi bila mendaki di musim hujan masih bertandang.

# Jalur unik-tempat ngecamp sudah ditentukan

Kesulitan lain saat mendaki lewat Gunung Malang adalah soal tempat ngecamp. Tidak semua pos bisa dan nyaman digunakan untuk mendirikan tenda.

Uniknya, seolah di jalur ini tempat ngecamp sudah ditentukan. Sehingga pendaki mesti memperhitungkan benar waktu pendakian dengan tenaga yang dimiliki agar bisa tiba di pos yang memang nyaman untuk ngecamp.

Pos yang direkomendasikan untuk ngecamp antara lain Pos 1 Wadas Gantung, kemudian Pos 6, dan Pos 7 Plawangan. Hanya jalur menuju Pos 7 lumayan ekstrim. Kalau tenaga dirasa sangat terkuras, mending ngecamp di Pos 6.


Bagikan Artikel Ini:
  • 50
  •  
  •  
  •  
  •  

1 thought on “Ini Buktinya Kalau Mendaki Gunung Slamet via Gunung Malang Tak Semudah yang Dibayangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Satutenda.com
Kami menyediakan aneka informasi seputar dunia traveling. Anda butuh bantuan?
Powered by