Mengenal Lebih Dekat Profil Srikandi Indonesia yang Mengibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Everest Mei 2018

Profil Srikandi Indonesia, Satutenda.com – Dua srikandi Indonesia, Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Inkiriwang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Everest pada 17 Mei 2018 lalu. Yuks mengenal lebih dekat profil dua srikandi Indonesia ini.

Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari merupakan dua pendaki perempuan Indonesia pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Gunung ini memiliki ketinggian 8.848 mdpl.

Dua srikandi Indonesia ini tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Katolik Parahyangan Bandung (Wissemu). Puncak Everest menjadi penutup misi ekspedisi mengibarkan Bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua atau Seven Summits yang harus dilakukan dua pendaki gunung Indonesia ini.

# Mathilda Dwi Lestari

profil Mathilda Dwi Lestari
(Foto: travel.detik.com)

Ini profil srikandi Indonesia yang pertama, Mathilda Dwi Lestari. Lahir di Jakarta, 26 September 1993, anak sulung ini menyukai kegiatan alam sejak ia duduk di bangku SMA. Saat di tempat kuliahnya ada organisasi mahasiswa pecinta alam, Hilda sapaannya ikut bergabung.

Tahun 2012, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, Jawa Barat ini bergabung di organisasi pecinta alam Mahasiswa Parahyangan Pencinta Alam (Mahitala ). Awalnya orangtua Hilda melarang, tapi karena ia menunjukkan bahwa ikut kegiatan Mahitala tak mengganggu perkuliahan, nggak bergaul macam-macam, akhirnya diizinkan.

# Fransiska Dimitri Inkiriwang

profil Fransiska Dimitri Inkiriwang
(Foto: plus62.co.id)

Berikutnya ini profil srikandi Indonesia kelahiran Jakarta, 4 Oktober 1993. Fransiska Dimitri Inkiriwang. Ia menempuh pendidikan di SMP Tarakanita 5 Jakarta dan melanjutkan pendidikan ke SMA Tarakanita 1 Jakarta. Deedee, sapaan akrabnya melanjutkan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional, UNPAR Bandung pada 2011.

Ketika kuliah di UNPAR, Deedee mulai aktif mendaki gunung dengan bergabung di Mahitala pada 2013. Di sanalah ia bertemu dengan Hilda yang sudah lebih dulu menjadi anggota Mahitala.

Keterlibatan Deedee di dunia pendakian gunung dan pecinta alam mendapat dukungan keluarga. Ternyata darah pecinta alam mengalir pada diri anak bungsu ini. Ayahnya merupakan seorang Wanadri yang pernah mendaki Mount Blanc. Kedua kakak Deedee juga pecinta alam dan bergabung di Mahitala.

Deedee mengaku ketertarikannya karena ia ingin bermain di alam bebas, tanpa memikirkan resiko. Tapi setelah masuk Mahitala, ia mengaku belajar menghadapi sesuatu, bertanggung jawab, dan belajar menghadapi risiko.

Selain berhasil menyelesaikan ekspedisi seven summits, Hilda dan Deedee pernah mendaki sejumlah gunung Indonesia seperti Gunung Gede, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Burangrang, Gunung Cikurai, Gunung Rakutak, Gunung Papandayan, Gunung Wayang, Gunung Putri Argopuro, Gunung Rengganis, Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru. Sebelum melakukan ekspedisi seven summits, Hilda dan Deedee juga melakukan latihan dengan mendaki beberapa gunung di Indonesia.

Itulah profil srikandi Indonesia Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Inkiriwang, pendaki perempuan Indonesia pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Mereka mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi dunia ini.

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *