Menyusuri Candi Tua di Batujaya, Candi Peninggalan Agama Budha yang Konon Lebih Tua dari Candi Borobudur

Candi Tua di Batujaya, Satutenda.com – Napak tilas sejarah ternyata punya keseruan tersendiri. Salah satunya ketika menyusuri candi-candi tua, peninggalan kerajaan di masa lampau.

Kalau napak tilasnya sendiri pasti serunya kurang hehehe. Bersama teman-teman Klub Sejarah dan Museum Backpacker Jakarta (Klub Semu BPJ), lebih dari 100 orang menyusuri jejak sejarah candi-candi tua di Batujaya.

Dimana daerah Batujaya berada? Batujaya merupakan kompleks percandian di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Karawang. Nah, setelah napak tilas tempat sejarah di Rengasdengklok, kamu bisa sekalian berwisata ke candi-candi tua di Batujaya. Konon candi peninggalan agama Budha ini lebih tua dari Candi Borobudur lho.

BACA JUGA: Wisata Sejarah di Rengasdengklok: Mengunjungi Tempat Sejarah Proklamasi Indonesia

Di kompleks percandian Batujaya, ada lebih dari 40 titik candi, bahkan ada yang katanya masih terpendam di dalam tanah. Namun, baru beberapa candi yang dipugar dan kini menjadi tempat wisata sejarah di Batujaya, Karawang. Candi-candi ini terletak di tengah area persawahan.

Ada dua candi tua di Batujaya yang terkenal dan kerap dikunjungi wisatawan, yakni Candi Jiwa dan Candi Blandongan.

1.Candi Jiwa

candi jiwa batujaya
(foto: satutenda.com)

Candi Jiwa, salah satu candi tua di Batujaya. Candi ini dikenal juga dengan nama Candi Batujaya I. Untuk mencapai Candi Jiwa, pengunjung mesti menyusuri pematang sawah, baru kemudian ada jalan setapak berbahan beton menuju Candi Jiwa.

Candi Jiwa diperkirakan dibangun antara abad ke-2 hingga abad ke-12 Masehi. Pemugaran Candi Jiwa dilakukan pada tahun 1996-2001. Candi Jiwa terletak di kedalaman sekitar 2 meter dari permukaan sawah. Ada jalan selebar lebih dari 1 meter yang mengelilingi bangunan candi.

Meski peninggalan agama Budha, candi-candi tua di Batujaya ini berbeda dengan Candi Borobudur di Magelang. Candi Jiwa berbahan batu berwarna merah, tidak seperti Candi Borobudur yang menggunakan batu hitam.

Bangunan Candi Jiwa tidak memiliki anak tangga. Candi ini berbentuk menyerupai bunga teratai jika dilihat dari atas. Diduga bagian atas candi ini dulunya terdapat patung Budha.

2.Candi Blandongan

candi blandongan batujaya
(foto: instagram.com/satutendacom)

Candi tua di Batujaya yang lain adalah Candi Blandongan. Setelah mengunjungi Candi Jiwa, kamu bisa lanjut untuk menyusuri keberadaan Candi Blandongan. Candi ini berada di belakang Candi Jiwa.

Seperti Candi Jiwa, Candi Blandongan juga berbahan batu berwarna merah. Bedanya, Candi Blandongan memiliki anak tangga.

Benda-benda peninggalan sejarah yang ditemukan di Candi Blandongan dan Candi Jiwa disimpan di Museum Batujaya.

Pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur, Candi Blandongan dan Candi Jiwa menjadi salah satu tempat wisata di Karawang yang banyak dikunjungi. Mereka berasal dari sekitar Karawang atau dari Jakarta dan sekitarnya. Rombongan pengunjung biasanya akan didampingi oleh pemandu yang menjelaskan mengenai sejarah candi di Batujaya.

Dari Jakarta, kamu bisa menggunakan motor atau mobil untuk menuju Candi Jiwa dan Candi Blandongan. Bila menggunakan mobil, kamu bisa masuk jalur tol Cikampek, keluar pintu tol Karawang Barat. Kemudian, pilihlah arah Rengasdengklok hingga menuju Batujaya.

Atau bisa juga menggunakan kereta lokal Tanjung Priok-Cikampek/Purwakarta dan turun di stasiun Karawang. Dari stasiun, kamu bisa menggunakan ojek atau angkutan online.

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *