Muncak Dua Gunung dalam Sehari: Gede – Pangrango 2019

Muncak Dua Gunung dalam Sehari, Satutenda.com – Pagi ini kami tak ingin buru-buru. Kami masih mau menikmati keindahan Suryakencana, meski kami sudah berniat untuk muncak dua gunung dalam sehari.

Ya… ini akan jadi pengalaman pertama. Meski kami sendiri akan tetap realistis. Bila tenaga terasa tak cukup kuat, niat mendaki dua gunung dalam satu hari ini akan kami urungkan.

Usai makan pagi, beres-beres tenda dan tentu saja foto-foto, kami melangkahkan kaki menyusuri area Suryakencana menuju titik awal pendakian ke puncak Gunung Gede.

Dari tempat kami nge-camp, kami harus berjalan sekitar setengah jam ke arah barat, titik pertemuan antara track ke puncak dan jalur pendakian via Salabintana. Di sini terdapat sumber air. Bagi para pendaki gunung Gede via Gunung Putri atau Salabintana, kalian bisa mengambil air di sini.

Naik Dua Gunung dalam Satu Hari
Dekat sumber air Surken (Foto: Satutenda.com)

Hari itu langit cerah sekali. Cocok banget buat motret. Jadi kalian pasti sudah tahu, lebih banyak waktu habis untuk foto-foto ketimbang jalan.

Bagaimana rencana muncak dua gunung dalam sehari? Masih mau dilanjutkan? Pastilah… kata seorang teman saat kami mendaki kemarin, jangan jadi orang dengan ras lemah… harus kuat.

BACA: Ini Sejumlah Gunung yang Tutup Selama Bulan Ramadhan 2019

Pukul 11.30 WIB kami menapak tanjakan menuju puncak Gunung Gede. Terik yang terasa di sepanjang jalan Suryakencana tadi kini berubah sejuk karena naungan pepohonan. Langkah belum seberapa, kami bertemu dengan sepasang pendaki, laki-perempuan, yang baru turun dari puncak Gede.

Track Menuju Puncak Gunung Gede 2019
(Foto: Satutenda.com)

Iseng salah satu di antara kami bertanya, “Puncak masih jauh ya?”

Si cewek menjawab, “Lumayan… banyak pohon jadi bisa pegangan.”

Setelah mereka lewat, kami bingung sendiri. Emang kami lagi cari pegangan? Kan pertanyaannya ‘puncak masih jauh ya?’ Mungkin si mbanya maksud pegangan hidup kali ya? Hehehehehe

Pelan-pelan kami melahap tikungan demi tikungan sambil sesekali mendongak ke atas, apakah ada tanda-tanda puncak sudah dekat? Oh ya, track ke puncak semuanya berbatu yang sudah disusun rapi jadi nggak bakal susah buat napak.

Kalau pun hujan saya yakin langkah kita tetap aman karena nggak harus mengincak tanah.

Puncak gunung Gede

Tanda-tanda puncak sudah dekat bisa dilihat dari pepohonan cantigi yang sudah tidak terlalu tinggi, dibanding saat awal mendaki. Juga, di beberapa bagian sudah berjarak, tidak sepadat di awal pendakian.

Puncak Gunung Gede 2019
Puncak Gunung Gede (Foto: Satutenda.com)

Jam setengah satu kami mencapai puncak gunung Gede. Bau belerang cukup menyengat saat kami tiba. Dan panas terik sangat terasa. Tapi justru cuaca seperti ini sangat bagus bua motret. Pasalnya, langit biru di atas sana tampak jelas sekali.

Dan sesi pemotretan pun dimulai..

Satu puncak dari target muncak dua gunung dalam sehari selesai. Sambil memotret kami mengukur tenaga apakah kami masih bisa untuk mendaki gunung Pangrango.

BACA: Tips Aman Mendaki Gunung Bagi Pemula. Nomor 3, Wajib Kamu Lakukan!

Setelah puas berfoto, ngemil sebentar, kami kembali menggendong keril turun ke Kandang Badak, jalur Cibodas. Rencananya, kami akan menitipkan barang di sana langsung cusss ke puncak gunung Pangrango. Kemudian turun kembali, nge-camp di Kandang Badak, dan akan turun via Cibodas esok pagi.

Mendaki Dua Gunung dalam Sejari
Tugu puncak gununng Gede (Foto: Satutenda.com)

Jam dua kurang seperempat, kami meninggalkan puncak gunung Gede. Dua teman memutuskan untuk tidak ikut ke gunung Pangrango. Jadilah tinggal kami bertiga, sehingga langhkah kaki kami percepat.

Meski keril terasa berat di pundak, kami terus mempercepat langkah; berlari-lari di antara batu dan pohon cantigi untuk lekas sampai ke Kandang Badak. Dan sejam kemudian kami sampai.

Lekas-lekas kami mendirikan tenda, memasukan keril, menyiapkan perlengkapan untuk muncak berikut, mengisi air di botol lalu start lagi. Ya, rencana muncak dua gunung dalam sehari dimulai lagi.

Ke puncak gunung Pangrango

Pukul tiga kurang seperempat, kami meninggalkan Kandang Badak. Teman-teman bisa membayangkan bagaimana rasanya?

Sini saya kasih gambaran: saat nanjak ke puncak Gede kita merasa capek, lalu turun – capeknya kurang hanya lutut yang harus bekerja ekstra menahan beban badan dan keril – lalu sekarang naik lagi.

Gimana rasanya, teman-teman bisa membayangkannya sendiri. Tapi kami tetap melanjutkan langkah.

Hari semakin sore, puncak Pangrango masih belum juga tercapai. Sesekali kami berhenti karena merasa sangat lelah. Belum lagi ditambah jalur Pangrango yang sangat sulit. Kita berjalan di saluran air, sementara tebing setinggi dua meteran menjulang di sisi kiri dan kanan.

Belum lagi kita harus menunduk atau melangkahi pohon yang jatuh melintang di jalan. Tapi demi niat mencapai dua puncak dalam sehari, apa pun rintangannya kami harus tetap mewujudkannya.

Menjelang magrib, awan makin tebal seperti mau hujan. Kami sih membawa jas hujan. Tapi melihat jalurnya yang cukup berat dan sulit, kami sangat berharap jangan sampai hujan.

Puncak Gunung Pangrango 2019
Puncak gunung Pangrango (Foto: Satutenda.com)

Tapat jam 6, kami tiba di puncak gunung Pangrango. Kami butuh dua jam empat puluh lima menit dari Kandang Badak untuk sampai ke puncak gunung Pangrango. Awalnya kami rencana mau lanjut ke Mandalawangi. Tapi karena sudah gelap, kami mengurungkan niat ke sana.

BACA: Benteng San Pedro Cebu, Peninggalan Spanyol di Filipina

Setelah rehat, snack seadanya, kami kembali turun. Setengah tujuh malam kami meninggalkan puncak gunung Pangrango. Langkah semakin kami percepat agar tiba di Kandang Badak tidak terlalu malam.

Kami sempat salah jalur menjelang Kandang Badak, sehingga kami harus naik kembali untuk menemukan kembali jalur turun yang benar.

Syukur, jam setengah Sembilan malam kami tiba di Kandang Badak. Dua teman yang tidak ikut ke Pangrango sudah merapikan tenda buat kami sehingga kami tidak perlu capek-capek mendirikan tenda lagi.

Kami tinggal masak, makan malam, lalu tidur. Mungkin karena sangat capek, tidurnya pun sangat pulas. Dan target muncak dua gunung dalam sehari selesai. Hitung-hitung kami tik-tok gunung Prangrango dari Kandang Badak.

Air Terjun via Cibodas Gunung Gede
Air Terjun (Foto: Satutenda.com)

Esok pagi kami lebih santai karena tinggal turun. Usai makan siang, kami kembali menggendong keril dan turun via Cibodas. Lalu kembali ke Jakarta.

Kurang lebih, itulah kisah perjalanan kami selama tiga hari di gunung Gede – Pangrango. Untuk melihat detail perjalanannya, teman-teman bisa mengunjungi youtube kami: Satu Tenda (*dan jangan lupa SUBSCRIBE).

Sayang Alam, Salam Satu Tenda!

BACA: Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Lintas Jalur Gunung Gede – Pangrango 2019

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

1 thought on “Muncak Dua Gunung dalam Sehari: Gede – Pangrango 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Satutenda.com
Kami menyediakan aneka informasi seputar dunia traveling. Anda butuh bantuan?
Powered by