Ini 9 Pantangan bagi Pendaki Gunung. Jangan Sepelekan!

Ini 9 Pantangan bagi Pendaki Gunung. Jangan Sepelekan!, Satutenda.com – Ada beberapa pantangan yang harus kita perhatikan saat hendak mendaki gunung.

Kita sama-sama tahu bahwa mendaki gunung bukan soal kecepatan untuk sampai ke puncak, tapi bagaimana kita memaknai proses pendakian itu demi keselamatan kita sendiri.

Berdasarkan beberapa pengalaman pribadi, berikut kami sajikan beberapa pantangan bagi pendaki gunung yang tidak boleh dianggap remeh.

#Jangan jadi pendaki illegal

Pantangan pendaki gunung pertama adalah jangan memilih menjadi pendaki illegal. Tindakan pendakian jenis ini merupakan sebuah kebiasaan buruk yang sering dijumpai dalam dunia pendakian. Dan ini biasanya memakan korban yang tidak sedikit. Banyak pendaki yang ditemukan tewas di gunung tanpa identitas.

Biasanya alasan utama orang melakukan pendakian illegal adalah karena malas mengurus SIMAKSI dengan biaya yang sudah ditetapkan.

Selain itu, biasanya pendaki illegal ini merasa diri sudah paham dengan rute pendakian, sehingga baginya mendaki tanpa sepengetahuan petugas adalah hal yang tak menjadi soal.

#Jangan sepelekan urusan administrasi

Pantangan bagi pendaki gunung berikutnya adalah jangan sepelehkan urusan administrasi. Biasanya ini meliputi SIMAKSI, Surat Keterangan Dokter atau Surat Sehat, dll.

Tujuan Surat Sehat adalah untuk memastikan bahwa para pendaki tersebut dalam keadaan sehat. Sedangkan SIMAKSI sebagai bentuk ijin kegiatan pendakian, agar nantinya terjadi sesuatu di tengah perjalanan, petugas dengan mudah untuk mengetahui data kita dan melakukan pertolongan.

#Jangan abaikan himbauan petugas

Biasanya ketika kita sudah selesai mengurus SIMAKSI, akan ada himbauan dari petugas tentang prosedur pendakian dan informasi terbaru yang mungkin saja belum diumumkan secara resmi.

Contohnya ; waktu tim satutenda.com mendaki gunung Slamet (Maret 2019), ada informasi terbaru yang sebelumnya belum sempat diumumkan secara resmi.

Kami diperingatkan untuk berhati-hati saat melintasi pos 3 dan 4, karena area ini baru saja terjadi longsor. Bagi kami, informasi ini sangat penting, karena itu demi keselamatan tim kami.

Jadi, bagi teman-teman yang baru mau mendaki, sebaiknya himbauan petugas seperti ini harus diperhatikan dengan baik dan jangan disepelekan.

#Jangan remehkan medan pendakian

Setiap hendak mendaki gunung, entah itu gunung yang tinggi atau yang sedang, kami selalu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang medan perjalanan.

Selain untuk memahami dengan benar kondisi track perjalanan, hal ini juga sangat penting bagi kita untuk tahu persis di pos berapa kita harus mendirikan tenda, dan di pos mana saja yang tidak boleh.

#Jangan abaikan perlengkapan pendakian

Mengabaikan perlengkapan dasar saat hendak mendaki adalah salah satu pantangan bagi pendaki gunung newbie.

Awal Maret 2019, ada tiga pendaki yang  ditemukan tewas di gunung Tampomas lantaran mendaki tanpa perlengkapan memadai. Mereka ditemukan sudah terbujur kaku tanpa jaket dan sleeping bag.

Berkaca dari pengalaman ini, maka kami menghimbau agar teman-teman pendaki newbie jangan sampai menyepelehkan hal ini, karena akibatnya bisa meregang nyawa.

Baca Juga : Sejumlah Perlengkapan Ini Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

#Jangan mengambil apapun di gunung

Salah satu kebiasaan paling umum yang sering dilakukan oleh para pendaki adalah memetik bunga edelweiss dengan sembarangan.

Tindakan ini mungkin tidak membahayakan nyawa, tapi jangan sampai kamu melakukannya karena bunga Edelweis tidak diperbolehkan untuk dipetik, dengan alasan apapun.

Pantangan pendaki gunung
View Bunga Edelweis (Foto : Satutenda.com)

So…Jadilah pendaki bijak teman, jangan mengambil apapun di alam. Jika kita menjaga sikap di alam, maka alam pun tak akan mengganggu kita.

#Jangan berdiri terpaku saat kedinginan

Bagi teman-teman yang sudah sering mendaki pasti sudah familiar dengan pantangan ini. Tapi bagi mereka yang baru saja muncak mungkin belum tahu.

Saat berada di gunung, suasana sangat dingin teman-teman, apalagi selama perjalanan kita diguyur hujan. Semua badan terasa dingin dan tangan terasa kaku.

Jika teman-teman mengalami hal demikian, maka yang harus dilakukan adalah berusaha untuk banyak bergerak. Jangan karena kedinginan jadi teman-teman memilih untuk berdiri terpaku karena efeknya bisa terserang penyakit hipotermia. Hipotermia ini sangat berbahaya dan beresiko kematian.

Baca Juga : Tips Mengatasi Hipotermia di Gunung

#Jangan memaksa diri saat cuaca tak bersahabat

Cuaca memang paling susah untuk ditebak. Saat mendaki gunung Slamet, kami menargetkan harus sampai ke puncak.

Segala persiapan sudah kami lakukan, tapi sayang saat mendekati puncak tiba-tiba badai datang menghampiri. Cuaca yang awalnya cerah berubah menjadi hujan, angin dan disertai kabut tebal.

Tinggal 15 menit lagi, kami hendak mencapai puncak, tapi badai semakin menerjang. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan langsung turun.

Perasaan kecewa memang tersimpan dalam hati, tapi kami lebih mementingkan keselamatan dibanding keinginan untuk tiba di puncak gunung Slamet.

#Jangan sepelehkan hal mistis di gunung

Setiap gunung punya hal mistis tersendiri, dan biasanya ada himbauan dari mereka yang sudah pernah mengalaminya.

Salah satu contohnya yakni mistis di gunung Gede. Beberapa waktu lalu saat kami mendaki gunung Kencana, ada teman sesama pendaki yang sharing pengalamannya tentang hal mistis di gunung Gede yang ia alami.

Menurut saran rekan kami ini, sebaiknya saat mendaki gunung Gede itu tak diperkenankan untuk membawa daging mentah dalam carrier.

Selain itu, tim Satutenda juga mengalami beberapa hal mistis saat mendaki gunung Gede. Salah satunya adalah tidak boleh melintasi pos Telaga Biru setelah magrib. Sialnya, kami tidak sempat membaca informasi ini sebelum mendaki gunung Gede. Alhasil, saat turun kami melintasi pos Telaga Biru setelah magrib.

Dan apa yang terjadi? Ceritanya panjang teman-teman, jadi kalian bisa menontonnya pada video kami berikut ini.

Baca Juga : Misteri dan Mitos Gunung Gede Pangrango

Bagikan Artikel Ini:
  • 113
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *