Pelajaran Berharga dari Pendaki Perempuan yang Ditelantarkan Karena Temannya Mau Ke Puncak

Pendaki Perempuan yang Ditelantarkan, Satutenda.com – Minggu lalu, jagad pencinta puncak Indonesia dikejutkan dengan peristiwa seorang pendaki perempuan yang ditelantarkan oleh teman-temannya sesama pendaki kerana mau ke puncak.

Peristiwa itu terjadi di Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang perempuan yang sedang sakit ditinggal teman-temannya karena mereka mengejar ingin ke puncak gunung.

Perempuan yang diduga sakit hipotermia itu pun sekarat dan akhirnya ditolong oleh pendaki lain yang kebetulan dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Bawakaraeng.

Peristiwa ini dibagikan oleh seorang pendaki bernama Alim Alwi Yusuf di akun facebooknya pada 14 Mei 2018 lalu. Diceritakan bahwa seorang pendaki perempuan yang menderita hipotermia di Pos VIII Gunung Bawakaraeng ditinggal oleh teman-temannya karena mengejar kesempatan ke puncak gunung.

Sebetulnya, sakit hipotermia bisa menimpa setiap pendaki kapan saja. Namun keputusan teman-temannya meninggalkan perempuan ini yang sudah sekarat hanya karena mengejar ke puncak membuat banyak orang prihatin dan bahkan ramai-ramai beri kecaman.

Dari peristiwa ini kita dapat memetik beberapa pelajaran berharga. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita pelajari.

1. Apa itu hipotermia?

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Artinya, karena kondisi dingin tertentu tubuh manusia tidak bisa menyeimbangkan rasa panas dan dingin. Hal ini membuat kondisi tubuh melemah, termasuk detak jantung juga ikut melemah.

Gejala ringan orang terkena hipotermia adalah penderita berbicara melantur, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Sebagai seorang pendaki, pengetahuan soal “sakit khas gunung” ini harus kamu ketahui supaya lebih mawas diri dan mawas kelompok, kalau pendakianmu berkelompok.

2. Jangan remehkan hipotermia

Jangan sekali-kali remehkan hipotermia karena bila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat fatal termasuk kehilangan nyawa penderitanya.

Karena itu, bila kamu atau teman seperjalananmu  mengalami gejala hipotermia seperti yang sudah disebutkan tadi, lebih baik segera hentikan pendakian. Sebagai sesama pendaki harus bisa saling mengontrol atau mengingatkan jika ada yang sakit untuk sama-sama peduli.

3. Puncak adalah bonus

Peristiwa yang dialami oleh pendaki perempuan di Gunung Bawakaraeng memang membuat banyak orang prihatin. Hanya karena ingin ke puncak, para pendaki itu rela meninggalkan rekannya yang sedang sekarat.

Hal ini sangat disayangkan. Para pendaki itu begitu mengidamkan puncak sampai harus membiarkan rekannya menderita. Sesuai informasi yang beredar di komentar-komentar postingan informasi ini, kondisi pendaki perempuan yang ditelantarkan itu sudah membaik dan kembali sehat.

Meski demikian, yang menjadi catatan penting di sini adalah jangan sampai kamu mengorbankan teman seperjalananmu hanya karena ego pribadi ingin ke puncak. Para pendaki biasa mengatakan, di gunung (alam), kamu akan tahu siapa sahabat dan siapa yang sekadar teman. Ingat itu!

Inilah tiga pelajaran berharga dari peristiwa pendaki perempuan yang ditelantarkan gara-gara teman-temannya ingin ke puncak gunung. Semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa seperti ini yang terulang.

Video lengkap proses evakuasi pendaki perempuan yang ditinggal temannya ke puncak Gunung Bawakaraeng:

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *