Update: Pendaki Meninggal di Gunung Sumbing Akibat Hipotermia

Pendaki Meninggal di Gunung Sumbing, Satutenda.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian. Berita terbaru datang dari Gunung Sumbing. Seorang pendaki meninggal dunia di Gunung Sumbing akibat hipotermia.

Korban melakukan pendakian bersama tiga rekannya melalui jalur Garung Reco, Kalikajar-Wonosobo atau dikenal dengan jalur Stick Pala (Satuan Induk Bocah Bocah Karang Taruna Pecinta Alam). Karena cuaca buruk dan suhu yang dingin, empat pendaki ini dikabarkan mengalami hipotermia di Puncak Rajawali pada Sabtu (5/4/2019).

Mendengar kabar ada pendaki yang mengalami hipotermia di Gunung Sumbing, tim SAR gabungan diturunkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan. Tiga pendaki yang mengalami hipotermia di Gunung Sumbing berada di atas Pos 3 di Watu Pestan.

Pendaki keempat ditemukan sudah meninggal di Puncak Rajawali Gunung Sumbing. Korban selamat dievakuasi ke basecamp Garung. Sedangkan pendaki yang meninggal di Gunung Sumbing langsung dibawa ke RSUD Wonosobo.

Identitas pendaki yang meninggal di Gunung Sumbing bernam Fatur Rohman (15). Pendaki asal Kambowa-Buton Utara, Sulawesi Tenggara ini seharusnya merayakan ulang tahun ke-16 pada 9 April nanti. Sementara tiga pendaki lain diketahui bernama Disa (16), Wildan (17), dan Sultan (16), yang berasal dari Jawa Timur.

Selain kabar pendaki tewas di Gunung Sumbing, dunia pendakian juga berduka atas pendaki meninggal di Gunung Lompobattang, Sulawesi Selatan pada Jumat (5/4/2019). Pendaki bernama Salman Anwar (Linsang) ini merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan anggota Mapalasta Makassar.

Bersama lebih dari 50 rekannya, Salman mengikuti kegiatan bersih gunung: Gunung Lompobattang dan melintas ke Gunung Bawakaraeng. Di Pos 10 Gunung Lompobattang, Salman sebagai leader berjalan mendahului rombongan.

Salman diduga tertimpa batu yang jatuh dari atas tebing, yang kemudian diduga mengakibatkan kematiannya. Batu itu mengenai wajah bagian kiri dan mengakibatkan pendarahan.

Mengetahui peristiwa ini, beberapa rekan korban turun untuk meminta bantuan dari masyarakat di perkampungan terdekat. Bersama warga sekitar dan tim SAR gabungan, mereka melakukan evakuasi. Ketika dievakuasi, korban sudah meninggal dunia.

faiqus syamsi pendaki hilang di gunung arjuno
(kiri: Faiqus Syamsi, kanan: Salman Anwar)

Berita duka juga terdengar dari Gunung Arjuno, Jawa Timur. Faiqus Syamsi, pendaki hilang di Gunung Arjuno sejak 18 Desember 2018 ini akhirnya ditemukan pada Jumat (5/4/2019).

Di atas Lembah Kidang, di bawah Puncak Bayangan, tim SAR gabungan menemukan tulang belulang Faiqus Syamsi: tulang kaki dan tulang tangan. Titik penemuan ini berada tak jauh dari lokasi terakhir Faiqus hilang kontak.

Keluarga Faiqus memastikan kerangka yang ditemukan adalah milik Faiqus Syamsi. Ini dikuatkan dengan gesper dan sisa kaos yang melekat di kerangkanya.

Tim SAR gabungan berusaha untuk mencari kerangka tubuh lainnya hingga radius 50-100 meter dari lokasi titik penemuan tulang kaki dan tulang tangan Faiqus. Hasilnya nihil.

Informasi awal terkait penemuan tulang belulang itu dilaporkan oleh pendaki yang turun dari Gunung Arjuno pada Kamis sore (4/4/2019). Kemudian informasi itu diteruskan kepada pihak BASARNAS. Tim SAR gabungan diterjunkan untuk melakukan evakuasi.

Tim SAR gabungan mengevakuasi tulang belulang Faiqus Syamsi dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo. Kerangka itu kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Selamat jalan Fatur Rohman, selamat jalan Salman Anwar, selamat jalan Faiqus Syamsi…, semoga beroleh kedamaian abadi. Dan semoga keluarga dan sahabat-sahabat yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. Amin.

Bagikan Artikel Ini:
  • 454
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *