Perbatasan Papua dan Papua New Guinea yang Ramah untuk Pengunjung dan Traveler

Perbatasan Papua dan Papua New Guinea, Satutenda.com – Perbatasan antarnegara, bila dikelola dengan baik, bisa jadi destinasi wisata yang menarik. Hal ini bisa kamu temui di perbatasan Papua dan Papua New Guinea.

Yang saya maksud dari perbatasan ini ada di Jayapura. Dari kota Jayapura ke perbatasan Papua dan Papua New Guinea lumayan jauh. Memang, ada yang datang ke sana dengan mengenderai motor. Tapi demi keamanan saya tidak menganjurkan kamu pakai motor. Sebaiknya gunakan mobil saja.

Bukan hanya jauh, tetapi jalan yang ditempuh melewati hutan. Dan, sudah jadi obrolan umum kalau wilayah yang dilintasi jalan menuju perbatasan adalah “daerah merah”.

Maksudnya, wilayah ini biasanya jadi akses keluar-masuk mereka yang pengen memisahkan diri dari Indonesia. Kamu ngertilah ya kalau saya bilang gini…

Karena itu, sebaiknya kamu pakai mobil saja. Kamu bisa menyewa mobil di kota Jayapura, entah untuk per orang atau kelompok. Harganya lumayan terjangkau, sekitar Rp. 600.000 untuk pulang pergi. Ya kurang lebih sehari.

Latar belakang pantai dan rumah warga Papua New Guiena
Latar belangan pantai dan rumah warga Papua New Guiena (Foto: @jepretkaks)

Setiap akhir pekan atau hari libur, perbatasan ini jadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi penduduk lokal atau traveler. Jalan rayanya juga sudah bagus sehingga ratusan, bahkan ribuan orang selalu melancong ke sana.

Saya ke perbatasan ini pas akhir pekan sehingga sangat rame. Hampir sebagian besar adalah orang-orang non Papua yang kebetulan sedang berlibur di Jayapura dan sekitarnya, atau pendatang yang sekarang tinggal di sana.

Untuk melintasi batas dan masuk ke wilayah Papua New Guinea ada pos jaga Indonesia dan Papua New Guinea. Di pos jaga Indonesia, kamu cukup menitipkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sementara di pos imigrasi, seperti biasa kamu harus menunjukkan paspor. Tapi, mungkin karena hari itu pengunjung cukup banyak jadi tidak ada pemeriksaan paspor.

Setiap pengunjung diperbolehkan untuk masuk hingga sekitar 300 meter ke wilayah Papua New Guinea. Di situ ada satu spot untuk mengambil foto dengan latar belakang pesisir pantai Papua New Guinea.

Kalau mau ambil foto di situ kamu harus membayar Rp. 10.000. Tempat foto-foto ini di ketinggian sehingga di bawah sana terlihat jalanan dan rumah warga Papua New Guinea.

Penjual pernak-pernik Papua New Guinea
Penjual pernak-pernik Papua New Guinea (Foto: @jepretkaks)

Menurut saya, tempat ini sangat bagus untuk foto selfie. Sebagai traveler saya pahamlah kalau lagi jalan-jalan kayak gini. Pasti butuh foto selfie buat update media sosial kan? Hehehe…

Seorang teman seperjalanan saya mengatakan, kita bisa masuk sampai ke kampung, sekitar tiga kilometer dari perbatasan. Sewa angkutan sekitar Rp. 50.000. Di situ ada terminal bus sehingga kita bisa menumpang.

Di dekat perbatasan ini juga ada warung atau kios-kios kecil yang menjual pernak-pernik Papua New Guinea. Aksesoris yang dijual seperti baju, topi, gelang, kalung, dan selendang. Harga masih sangat terjangkau, mulai dari 20 ribuan.

Oh ya, soal mata uang jangan khawatir. Untuk semua transaksi ini kita bisa menggunakan mata uang rupiah. Jadi nggak usah pusing-pusing untuk nukar ke dollar dulu.

Pantai Holtekamp Jayapura, Papua
Pantai Holtekamp Jayapura (Foto: @jepretkaks)

Seperti yang sudah saya gambarkan di awal tadi bahwa pada hari libur, banyak wisatawan lokal datang ke perbatasan Papua dan Papua New Guinea ini. Sebab, dari sana kita bisa mampir ke Pantai Holtekamp untuk mandi.

Hari itu, saya bersama teman-teman juga mampir ke Pantai Holtekamp. Pantai dengan pasir putih ini jadi tempat favorit untuk mandi. Ombaknya lumayan tinggi sehingga saya anjurkan kamu untuk hati-hati saat mandi, terutama yang nggak tahu berenang.

Perjalanan untuk dua tempat ini cukup satu hari saja. Jadi saya menganjurkan agar saat berangkat langsung ke perbatasan Papau dan Papua New Guinea, pulang baru mampir mandi di Pantai Holtekamp. Jadi sekali jalan bisa dapat dua tempat.

Bagi seorang traveler dengan isi dompet pas-pasan seperti saya, tentu ini sangat menguntungkan. Kalau kamu butuh bantuan atau koneksi dengan kenalan-kenalan saya di sana, silakan kontak melalui Satutenda.com. Saya dengan senang hati mau membantu.

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *