Solo Touring 15 Kota dalam Empat Hari: Dari Kebumen hingga Purwokerto [Part 2]

Solo Touring 15 Kota dalam Empat Hari, Satutenda.com – Di hari pertama solo touring 15 kota dalam empat hari, saya terlalu memaksakan diri karena perubahan-perubahan yang saya buat ketika di perjalanan. Bayangkan, saya menempuh delapan kota hanya dalam sehari.

Karena itu, di hari kedua ini saya lebih santai. Salah satunya ya bangun siang.

Sebuah penginapan kecil dan sederhana di pusat kota Kebumen memberi saya tidur pulas yang teramat panjang. Sadar-sadar hampir jam 11 siang. Saya buru-buru mandi dan pergi ke alun-alun Kebumen.

BACA: Melintasi 15 Kota dalam Empat Hari, Ini Kisah Solo Touring dengan Motor Matic Mio Soul [Part 1]

Siang itu, alun-alun tampak lengang. Hanya, sejumlah anak sekolah sedang berolahraga di situ. Saya pun mampir ke sebuah warung untuk sarapan. Atau makan siang sekalian? Hehehehehe

Waktu ngobrol-ngobrol sama tukang warung ia menganjurkan saya untuk pergi ke Purwokerto menggunakan jalur Sempor.

Sebetulnya, saya tidak tahu persis kondisi jalur ini. Hanya saja, katanya jalur tambak, begitu dia menyebutnya, sedang banyak perbaikan jalan sehingga buka-tutup dan macet. Supaya menghindari macet, lebih baik ambil jalur Sempor.

Setelah saya amati jalurnya di google maps dan membacanya beberapa penjelasan, saya pun tancap gas.

Waduk Sempor Solo Touring #SatuTenda
Foto: Satutenda.com

Start solo touring 15 kota #SatuTenda

Benar kata orang di warung tadi. Beberapa ruas jalan sebelum berbelok ke arah Sempor memang lagi diperbaiki. Setelah bermacet-macet ria, akhirnya saya sampai ke Waduk Sempor, yang menurut saya sangat luas.

Tampak di sekitar waduk ada warung makan dan kedai kopi. Beberapa orang sedang menikmati makan siang sembari bersantai di warung-warung tersebut. Rupanya, sekeliling waduk ini emang sering dijadikan tempat wisata.

Karena keasyikan ambil foto, bikin video, nyobain tempe mendoan khas Gombong sekaligus masak sendiri untuk makan siang, tak terasa hari sudah sore.

Sekitar pukul tiga sore baru saya melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto, menyusuri jalanan Sempor yang berkelok-kelok di antara tanjakan dan turunan. Secara keseluruhan, jalur Sempor ini menawarkan sensasi berkendera yang lumayan.

Jadi kalau teman-teman mau sedikit bermain dengan tikungan-tikungan tajam sembari naik-turun, cobain deh jalur ini.

Waduk Sempor Solo Touring Jakarta - Kebumen
Foto: Satutenda.com

Rencana semula, usai urusan di Purwokerto dan membuat beberapa konten video dan foto di sana, saya akan melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta melalui jalur selatan.

Tapi, nyatanya hari sudah semakin sore dan itu tidak memungkinkan. Saya sendiri tidak terlalu sreg untuk jalan malam. Opsi lainnya ialah mencari tempat untuk bermalam.

Demi menghemat pengeluaran, akhirnya saya putar balik ke arah Kaliori. Di sana ada Gua Maria Kaliori yang sudah terkenal. Saya berharap nanti ada penginapan buat beristirahat, barang sejenak.

Usai mengobrol dan minta izin Satpam yang berjaga di pos bawah, dekat pendopo – pintu masuk trek Jalan Salib, saya pun mendapatkan izin untuk bermalam di situ.

Maka saya pun beristirahat, menyiapkan tenaga untuk touring di sepanjang Pantai Selatan yang katanya menarik banget tuh. Sampai jumpa besok pagi. [Solo Touring 15 Kota dalam Empat Hari: Keindahan Pantai Teluk Penyu Cilacap dan Senja Pelabuhan Ratu]

Untuk solo touring hari ini, 4 September 2019, saya hanya melintasi tiga kota saja yakni Sempor, Purwokerto dan Kaliori, dengan jumlah pengeluaran:

Bahan Bakar:
  • Isi Pertamax di Purwokerto: Rp. 25.000
Kosumsi:
  • Tempe mendoan: Rp. 5.000
  • Beli Mie dan kopi: Rp. 20.000

Total Pengeluaran: Rp. 50.000

Bagikan Artikel Ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *