Satutenda.com
Image default

Perlengkapan Tidur yang Saya Bawa dalam Solo Touring Makassar

Satutenda.com – Dalam solo touring Makassar, saya masih mempertahankan konsep camping. Karena itu, perlengkapan tidur adalah hal urgen yang harus selalu ada di motor saya.

Kamu pasti bertanya-tanya, mengapa harus membawa perlengkapan tidur sendiri? Kan hotel atau homestay sudah banyak, bahkan sampai ke pelosok-pelosok.

Mari saya jelaskan. Petualangan bermotor itu tidak pasti. Dalam sehari kita bisa menempuh jarak yang sangat jauh, tapi di hari berikut bisa jadi jarak tempuh kita sangat singkat. Entah karena ada kendala di jalan, atau memang kita memutuskan untuk menempuh jarak yang lebih pendek.

Yang jelas, meski kita sudah membuat jadawal perjalanan, itu bisa saja berubah di lapangan.

Nah, bagaimana kalau terjadi sesuatu di jalan dan kamu kemalaman. Pasti dong butuh tempat untuk beristirahat. Maka, di situlah kita membutuhkan perlengkapan tidur.

Lagipula, kalau alat-alat tidur selalu ada di motor, saya akan merasa tenang. Saya bisa menginap di mana saja, jika memang sangat dibutuhkan.

Untuk petualangan bermotor ke Makassar, saya membawa perlengkapan tidur yang sudah sangat memadai.

Tenda Savana Bostwana

Tenda Savana Bostwana 2.0 untuk Touring
Foto: Satutenda.com

Dalam box motor saya ada sebuah tenda dari Savana Bostwana 2.0. Tenda ini berkapasitas dua orang. Bagi saya yang gemar bepergian seorang diri, tenda Savana Bostwana 2.0 ini sangat cocok.

Dari segi ukuran, tenda ini tidak terlalu besar. Sangat cukup untuk saya bisa tidur, dan membawa masuk barang-barang berharga atau yang rawan basah.

Lagi, kapasitas yang hanya cukup untuk dua orang, sudah jelas tenda ini sangat ringan dan mudah ditempatkan di mana saja.

Waktu saya Solo Touring ke Sabang, tenda Savana Bostwana 2.0 ini saya gulung seukuran sleeping bag, lalu saya tempatkan di dalam top box motor.

Sementara di solo touring ke Makassar kali ini, saya melipatnya membentuk segi empat lalu saya tempatkan sebagai penutup atas untuk pakaian-pakaian saya di dalam top box. Sangat praktis bukan?

Matras tiup Savana

Untuk pertama kalinya saya punya matras tiup. Hehehehe. Dari dulu saya kepengen punya matras tiup. Tapi niat itu belum kesampaian.

Syukur, Savanaindonesia.com menghadiahkan sebuah matras tiup usai petualangan saya di Sumatera. Maka di petualangan bermotor ke Sulawesi, Savana Inflating ini jadi salah satu perlengkapan tidur yang saya bawa.

Matras Tiup Savana Sponsor Solo Touring Satutenda
Foto: Satutenda.com

Bawaan dasar matras tiup ini dibuat cukup tebal layaknya kasur, sehingga saya bisa menggunakannya sebagai alas tidur; bisa dengan mengisi angin terlebih dahulu atau bisa bisa juga tanpa mengisi angin. Tanpa angin juga sudah cukup empuk kok.

Di bagian kepala disediakan ruang yang bisa diisi angin untuk jadi bantal. Jadi, saya tidak perlu membawa bantal terpisah. Hitung-hitung bawa satu barang sudah ada dua item perlengkapan sekaligus.

Bagaimana kalau basah? Bahan Savana Inflating sangat mudah kering. Kalau kehujanan di jalan cukup dianginkan 15-30 menit sudah bisa digunakan. Kalau terkena panas matahari pasti lebih cepat.

Sleeping Bag Bostwana

Sleeping Back Solo Touring Satutenda
Foto: Satutenda.com

Produk Savana lain yang ikut dalam petualangan saya ke Makassar adalah Sleeping Bag Bostwana. Perlengkapan tidur yang satu ini dirancang dengan teknologi ultralight sehingga tampak kecil dan ringan.

Saya tentu sangat senang karena dengan ukuran kecil dan ringan, bobot barang bawaan di motor saya pun tidak berat. Ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan sleeping bag bostwana juga kecil.

Cara penggunaan sleeping bag bostwana ini sangat praktis. Dipakai saat cuaca hangat juga oke, saat hujan dan dingin lebih oke.

Nah, menurut saya, inilah tiga perlengkapan tidur yang sangat cocok saya jadikan kawan petualang selama menelusuri Pulau Sulawesi.

Jika kawan-kawan ingin punya barang-barang ini atau perlengkapan outdoor lainnya, langsung saja kunjungi website resmi Savana, di savanaindonesia.com. Di sana tersedia berbagai pilihan perlengkapan outdoor dengan harga yang sangat terjangkau tentunya.

Salam meliuk, salam Satutenda.

ARTIKEL TERKAIT:

Solo Touring 15 Kota dalam Empat Hari: Dari Kebumen hingga Purwokerto [Part 2]

Admin

Touring Jogjakarta – Jakarta Lewat Bandung hingga Jonggol Pakai Motor Matic

Admin

5 Kekurangan Touring Pakai Motor Matic. Siap-siap untuk Kecewa?

Steve Elu