Satutenda.com
Image default

Tips Memilih Gunung untuk Mendaki setelah Corona

Tips Memilih Gunung, Satutenda.com – Pandemi corona yang sudah berlangsung lebih dari tiga bulan membuat banyak aktivitas traveling terhenti. Salah satunya ialah mendaki gunung. Di sini kami ingin berbagi tips memilih gunung untuk didaki setelah pandemi corona.

Tips memilih gunung yang saya bagikan ini sangat penting. Coba membayangkan, setelah berhenti mendagi gunung sekian lama, pas mau mulai mendaki lagi, eh malah kecewa.

Karena itu, untuk teman-teman yang sudah siap-siap untuk kembali menepi ke gunung setelah pandemi, perlu memperhatikan tips berikut ini.

Memilih gunung

Tiga bulan tak mendaki gunung, semua orang yang suka traveling jenis ini pasti sudah tak sabar. Begitu larangan bepergian selesai, langsung nanjak.

BACA: Mendaki Gunung Prau via Dieng, Ini Kelebihan dan Kelemahannya Bagi Pendaki

Karena itu, sebagian gunung pasti dipenuhi pendaki. Apalagi gunung-gunung yang sudah familiar. Misalnya, Gunung Gede – Pangrango, Gunung Papandayan, Gunung Cikurai, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Semeru, dan lain-lain.

Nah, untuk pendaki yang tidak suka keramaian saat mendaki, ini mengecewakan. Biasanya mereka lebih suka suasana sepi agar bisa menikmati alam. Nggak enak banget kan kalau mendaki gunung serasa memindahkan pasar dari kota ke gunung.

Karena itu, bagi teman-teman pendaki yang suka suasana sepi, pilihlah gunung yang tidak familiar. Misalnya, Gunung Ciremai, Gunung Kembang, Gunung Bismo, Gunung Kencana, Gunung Andong, dan lain-lain.

Kalau boleh pemanasan dulu…

Kita kan sudah berhenti lama nggak nanjak nih. Jadi, kalau boleh memberi saran, sebaiknya pilihlah gunung dengan ketinggian di bawah 3.000 mdpl untuk pendakian pertamamu pasca covid-19.

Memilih gunung dengan ketinggian standar ini sangat penting agar otot-otot kita mulai dibiasakan lagi. Takutnya, teman-teman bisa terkena cedera kalau langsung paksa diri ke gunung yang tinggi.

Lain hal kalau selama ini teman-teman rutin berolahraga dan tetap menjaga berat badan sehingga tidak bertambah signifikan. Hehehehe

Gunung yang dekat

Pilihlah gunung yang tak terlampau jauh dari tempat tinggalmu. Ini akan menghemat tenaga di jalan sehingga kamu tidak kelelahan saat mendaki.

Ini tampak sederhana. Tapi pasti memberi pengaruh yang luar biasa terhadap kebugaran.

Coba bayangkan. Kalau kamu berjam-jam di jalan, semisal lebih dari dua belas jam dengan istirahat yang sangat terbatas. Pasti kamu akan merasa sangat lelah saat memulai pendakian.

Kondisi inilah yang membuat kita rentan cedera. Atau, terkena penyakit yang biasanya terjadi di gunung, seperti hipotermia.

Jadi, cobalah pertimbangkan baik-baik sebelum kamu memutuskan untuk kembali ke gunung pasca pandemi. Jangan karena kepengen mendaki, lupa akan keselamatan diri sendiri.

Semua kita pasti sepakat, traveling harus membuat kita gembira dan sukacita. Berangkat sehat, pulang juga harus tetap sehat. Anda setuju?

ARTIKEL TERKAIT:

Ada yang Baru di Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango via Gunung Putri?

Tiwie Pert

Misteri dan Mitos Gunung Gede Pangrango, Kamu Harus Tahu Sebelum Mendaki

Admin

Simaksi Gunung Kencana Bogor 2018, Murah dan Terjangkau

Tiwie Pert