Tragis! Ada Lagi Pendaki Gunung Jadi Korban Hipotermia. Apa Kabar Teman Seperjalanan?

Pendaki Gunung Jadi Korban Hipotermia, Satutenda.com – Hipotermia merupakan salah satu hal yang menjadi momok di kalangan pendaki gunung. Cuaca dan suhu ekstrem di gunung bisa menyebabkan pendaki gunung terkena hipotermia atau hipo.

 

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Karena kondisi dingin tertentu tubuh manusia tak bisa menyeimbangkan rasa panas dan dingin. Ini membuat kondisi tubuh melemah, termasuk detak jantung juga ikut melemah. Hipo bisa menyebabkan kematian pendaki gunung.

Baru-baru ini seorang pendaki gunung terkena hipotermia. Pendaki gunung perempuan ini mendaki Gunung Ciremai via Apuy. Peristiwa ini dibagikan akun @sriharyanti.gw di instagram. Pendaki gunung itu mengalami kedinginan sejak di pos 4 ke pos 5.

Salah satu penyebab hipotermia yang dialaminya karena pakaian yang dikenakan pendaki tak memenuhi standar untuk mendaki gunung. Pendaki hanya mengenakan pakaian tipis dan membawa jaket tipis. Teman sesama pendaki sudah mengingatkan agar jangan nekad mendaki ketika di basecamp, tapi pendaki dan kekasihnya acuh.

Dari sisi persiapan logistik, pasangan pendaki ini juga tak membawa bekal yang memadai. Mereka hanya mengandalkan mie instan, beras, dan air.

Saat pendaki gunung terkena hipotermia, teman-teman yang mendaki bersamanya berusaha untuk memberikan pertolongan. Mereka memanaskan air lalu ditaro di botol air mineral dan memeluk dia.

Lalu rombongan memutuskan kembali ke pos 4. Di tenda, teman pendaki gunung perempuan yang terkena hipotermia itu mengganti bajunya, memakaikan sarung tangan, kaos kaki dan memberikan minyak telon untuk menghangatkan tubuh korban. Teman-teman korban hipotermia itu juga meminta pertolongan kepada ranger.

Ranger mengingatkan agar pendaki gunung yang terkena hipotermia ini tidak melanjutkan perjalanan untuk mendaki dan menuju puncak. Namun sang pendaki merasa badannya sudah enakan dan memaksa diri untuk tetap menuju puncak.

Sampai persimpangan Apuy Palutungan, pendaki perempuan ini tidak kuat dan kembali ke pos 5 bersama kekasihnya. Kondisi pendaki perempuan itu ngedrop kembali karena hipotermia. Ada rombongan lain yang lewat dan segera memberikan pertolongan untuk mengatasi hipotermia yang korban alami.

Pada 20 Juni 2018, seorang pendaki bernama Shairul Amin melalui facebook membagikan video dan info tentang pendaki Gunung Slamet yang mengalami hipotermia. Kejadian ini terjadi pada 19 Juni 2018, nyawa korban hipo tak dapat diselamatkan. Tim SAR membawa korban hipotermia turun, diikuti teman-teman korban.

Pendaki tersebut bersama rombongannya mendaki Gunung Slamet via Bambangan. Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan termasuk jalur pendakian yang ramai dan banyak dipilih pendaki.

[Baca juga: Pelajaran Berharga dari Pendaki Perempuan yang Ditelantarkan Karena Temannya Mau Ke Puncak]

Rombongan pendaki yang mengalami hipotermia itu memaksa diri untuk ngecamp di pos 9, Pos Plawangan. Padahal ada larangan ngecamp di sana. Hal ini karena di sana merupakan area terbuka yang sudah dekat dengan puncak Gunung Slamet. Dan di tempat itu adalah batas akhir vegetasi sehingga potensi terkena badai dan suhu ekstrem lebih besar.

Jadi, larangan untuk ngecamp di pos 9 bukan omong kosong ya kawan. Sebaiknya kamu jangan menyepelekan larangan seperti ini demi keselamatanmu. Pendaki gunung terkena hipotermia harus segera ditolong. Hipotermia bisa membahayakan nyawa pendaki gunung.

Sebelum mendaki kamu harus mempersiapkan diri secara fisik, membawa barang bawaan wajib untuk pendakian, dan lebih baik jika mendaki dengan pendaki gunung yang sudah berpengalaman. Bila ada teman yang mengalami hipo, jangan ditinggalkan ya. Apalagi hanya untuk mengejar puncak. Jangan menganggap remeh naik gunung, nyawamu jadi taruhan.

Bagikan Artikel Ini:
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *