5 Tipe Pendaki Gunung yang Tidak Perlu Ditiru. Mengapa?

Tipe Pendaki Gunung, Satutenda.com – Tipe pendaki gunung ada bermacam-macam. Bagi pendaki pemula, info ini perlu dibaca. Ada 5 tipe pendaki gunung yang tidak perlu ditiru. Yuk kita liha 5 tipe pendaki gunung ini apa aja.

# Pendaki Egois

Tipe pendaki gunung yang tidak perlu ditiru adalah pendaki egois. Tipe pendaki ini tidak cocok menjadi teman mendaki gunung bareng. Mereka hanya mementingan diri sendiri dan nggak peduli dengan apa yang terjadi dengan teman satu timnya atau pendaki lain. Bila keinginannya nggak terpenuhi, dia bakal ngambek ke semua anggota rombongan.

Contoh pendaki egois adalah pendaki yang memasang tenda di pos jalur pendakian, atau pendaki yang meninggalkan temannya yang mengalami hipotermia demi mengejar sampai puncak gunung. Apalah artinya sampai puncak, kalau kamu tidak bisa menjaga kesetiakawanan dengan tim pendakianmu?

Tipe-tipe pendaki
(Foto: kupastuntas.co)

# Pendaki Mandor

Tipe pendaki gunung ini nggak mau sibuk dengan apa yang dikerjakan teman sependakianya. Dia berlagak menjadi bos yang hanya memberi instruksi atau perintah tapi tidak mau turun tangan. Dia hanya akan melihat apa yang sedang dikerjakan pendaki lain.

Ketika teman pendaki lain sibuk mendirikan tenda atau memasak, dia hanya melihat, memberi instruksi dan berkomentar sesuka hati, tapi tidak mau membantu. Kalau tenda sudah berdiri, dia orang pertama yang buru-buru masuk tenda. Pernah satu tim dengan tipe pendaki gunung seperti ini?

# Pendaki Sombong

Ada lagi neh tipe pendaki gunung yang tidak perlu ditiru, yakni pendaki gunung sombong. Usai mendaki beberapa gunung, ia akan menceritakan dengan sombong gunung mana saja yang sudah ia taklukan.

Dia juga senang menjadi pusat perhatian dengan cerita-ceritanya dan berharap terus didengarkan. Tipe pendaki ini cenderung akan menganggap remeh orang lain, apalagi pendaki pemula atau pendaki yang belum mendaki banyak gunung.

tipe pendaki
(Foto: lidibiru67.com)

# Pendaki Vandalisme

Di antara tipe pendaki gunung yang tidak perlu ditiru, pendaki gunung yang satu ini memiliki banyak haters. Mengapa? Bukannya mencintai dan menjaga alam, pendaki vandalisme suka merusak alam.

Ia juga tidak mau mematuhi kode etik pecinta alam. Mereka menulis namanya, nama kelompok atau nama kekasih di pohon atau batu. Dan parahnya lagi tanpa rasa bersalah pendaki gunung ini memetik dan membawa pulang bunga edelweis padahal itu dilarang. Berharap kamu bukan termasuk tipe pendaki gunung ini ya.

# Pendaki Alayisme

Naik gunung bagi tipe pendaki gunung ini adalah ajang untuk pamer, narsis dengan beragam gaya. Biasanya gaya lebay atau berlebihan.

Tujuan mereka mendaki gunung bukan untuk menikmati dan bersyukur atas keindahan alam, tapi bagaimana mereka bisa berfoto sebanyak mungkin dan eksis di media sosial. Foto selfie atau bareng rombonganmu nggak apa-apa tapi ingat keselamtan diri juga ya. Pendaki alayisme biasanya nggak peduli tempat dan waktu untuk foto. Bahkan saat hujan, badai, di tepi jurang pun mereka tetap narsis.

Buat kamu yang hobi mendaki, kira-kira kamu masuk dalam salah satu tipe pendaki gunung yang tidak perlu ditiru nggak sih? Atau adakah teman pendakimu yang termasuk ke dalam tipe-tipe pendaki gunung tersebut?

Bagikan Artikel Ini:
  • 209
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *